Sabtu, 07 Oktober 2017

나를 믿어
( PERCAYALAH )
Hai dunia,
Terima kasih engkau telah menyambutku pagi ini, aku ingin bercerita tentang kisah yang pernah menghampiriku, kisah yang membuatku percaya akan kuasa Tuhan yang sangat besar. Untuk pertama kalinya aku percaya bahwa setiap makhluk hidup pernah jatuh dititik yang sangat berat bahkan titik terberat dalam hidupnya. Tak luput juga dengan aku, disini aku akan berbagi cerita titik berat yang harus aku lalui.

Tepat beberapa bulan yang lalu, aku tak tahu mengapa, namun aku merasakan hal yang sangat berat di dalam hidupku. Aku jatuh disebuah rumitnya masalah dengan berbagai konflik didalamnya. Saat itu aku baru saja menyandang umur 17 tahun, dimana umur tersebut dikatakan umur yang rawan bagi setiap remaja, dan ya tentu saja itu yang terjadi padaku. Aku mendapat sebuah masalah yang sangat berat bagiku, bahkan tidak hanya satu masalah tetapi beberapa masalah sekaligus datang menghampiriku.

Masalah yang pertama yaitu masalah dengan onlineshop yang aku jalani, ya aku memanglah seorang remaja yang mulai mengembangkan sayap di dunia bisnis, aku mempunyai onlineshop yang aku beri nama Gallery.StoryID, di toko online tersebut aku menjual berbagai pernak pernik khas dari para pengisi dunia hiburan Negeri Gingseng, yaps tentu saja Korea Selatan. Siapa yang tak kenal dengan Korea Selatan, negara yang cukup terkenal dengan drama hingga boygroup girlgroup yang sedang digandrungi para remaja di Indonesia. Disini lah aku melihat peluang bisnis hingga aku merintis bisnis menjual barang-barang import dari negara tersebut. Awalnya tidak ada masalah dengan barang-barang yang aku beli di Korea Selatan dengan salah satu penjual yang ada disana, semua barang yang aku pesan atas permintaan pelanggan selalu sampai di rumahku walaupun memakan waktu yang cukup lama dan juga proses Bea Cukai yag cukup menyita waktuku sebagai seorang pelajar. Singkat cerita onlineshop ku itu tumbuh menjadi sebuah onlineshop yang cukup terpercaya bagi para pelanggan, hingga tiba saatnya ada beberapa pelanggan yang memesan barang yang disebut Lightstick dari boygroup ternama di Korea yaitu Lightstick EXO. Lightstick ada berupa lampu yang menyerupai senter yang digunakan sebagai pernak pernik yang wajib dibawa saat menonton sebuah konser, dan tak tanggung-tanggung para pelanggan ku banyak yang memesan lightstick tersebut padahal harganya yang cukup mahal. Total dari pesanan pelanggan ku itu sekitar Rp.1.500.000,- cukup banyak bukan?

 Dengan berani aku pun memesan barang para pelangganku ke penjual barang yang ada di Korea, kami biasanya berkomunikasi dengan bahasa Inggris, tanpa ada sedikit pun kecurigaan dibenak ku karena memang biasanya aku memesan barang dari dia. Segala proses pemesanan pun telah selesai, mulai dari pengisian format pesanan hingga pembayaran pun sudah selesai tinggal menunggu barang tiba dirumahku. Dan tidak terasa 1 bulan berlalu tetapi barang tersebut tak kunjung tiba dirumahku, ketika aku mencoba menghubungi penjual yang berasal dari korea tersebut tak ada kabar atau pun informasi yang bisa aku dapatkan, komunikasi kami terputus dan aku pun sudah merasa bahwa aku tertipu olehnya. Yaps benar saja aku memang sudah tertipu, dan saat itu aku sudah bingung  harus mengembalikan uang para pelangganku, aku mulai panik karena aku sendiri tidak punya uang sebanyak itu untuk menggantikan uang para pelangganku.

Dan pada akhirnya aku memberanikan diri untuk menceritakan segala permasalahanku kepada mama ku, dan seperti yang telah ku duga mama benar-benar marah padaku dan mulai dari sinilah permasalahan yang kedua menghampiriku.

Mama : “Jadi gimana itu? Udalah ga usah lagi Anggi jualan-jualan gitu, untungnya kan ga banyak tapi malah ruginya harus sebesar itu!”
Anggi : “Jadi gimana ma, kan ga mungkin ga Anggi gantikan uang pelanggan Anggi, bisa-bisa Anggi dilaporkan ke Polisi. Apapun ceritanya Anggi akan ganti uang itu Anggi akan nabung dari uang jajan Anggi sehari-hari”

Begitulah percekcokan singkat antara aku dan mamaku, disaat aku tidak tau mau bicara sama siapa dan memilih jujur ke mama, bukan dukungan yang ku dapat, melainkan sebuah cekcok yang menambah bebanku.Hingga suatu saat aku tak tau mengapa, namun hati ini terasa sangat kosong, beban yang kupikirkan sudah mengganggu kewajibanku sebagai seorang pelajar, aku merasa Tuhan tak berpihak padaku, Tuhan tak menolongku, Tuhan tak sayang padaku. Aku tak tahu mengapa aku bisa berfikir seperti itu,hingga aku membaca sebuah kalimat yang ku dapat dari media sosial yaitu “ Tuhan itu tak akan meberikan cobaan yang tak bisa dilalui oleh umatnya, ketika kau mendapat cobaan, Tuhan sedang mengujimu, maka dari itu kembali lah kepada-Nya dan memohon kepada-Nya” sebuah kalimat yang sederhana namun kalimat tersebutl yang membuatku percaya akan kuasa Tuhan.

Hingga aku pun mulai mengambil air wudhu, perlahan kusapukan wajahku dengan air hingga kepada wudhuku selesai pada basuhan air hingga mata kaki ku. Aku beribadah ke pada yang maha kuasa, dan benar saja kalimat tersebut selalu terngiang ditelinga ku. Tak sadar air mata ku jatuh membasahi pipiku, aku tak tau apa sebabnya. Hati ini serasa sakit dan ingin menceritakan segala masalah ini kepada sang pencipta, dan ketika ibadahku telah selesai aku tanpa sadar menangis di sujudku dengan sangat pilu, dengan berjuta kalimat yang ku ceritakan pada sang pencipta. Semua ku ceritakan kepada-Nya, semua bebanku, rasa sakitku, kehampaan hatiku, semua kuluapkan pada sujud terakhirku.

Dan entah mengapa hati ini selalu tenang setelah aku melakukan hal seperti itu, hingga aku pun mencoba untuk beribadah dengan tepat waktu dan juga sebisa mungkin di awal waktu, dengan sejuta pengharapan yang besar akan masalahku ini. Hingga tiba saatnya dimana, aku merasa masalahku satu persatu selesai dengan begitu saja, ada saja peluangku untuk mendapatkan rezeki untuk mengganti uang para pelangganku, kemudian selalu ada pesanan di onlineshop ku yang aku pun tak percaya aku bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari situ hingga tak luput pula mama ku yang tiba-tiba merangkul ku dengan sejuta dukungan padaku untuk mempertanggung jawabkan segala kesalahan yang telah ku perbuat dengan bijaksana.

Sejak itulah aku percaya bahwa kuasan Sang Pencipta benar-benar dekat dengan kita jika kita pun dekat dengan-Nya. Dan kini hatiku benar-benar yakin bahwa Tuhan itu adalah zat yang paling mengerti umat-Nya dengan sejuta cobaan yang diberikan-Nya. Fikiran ku yang tak sejalan dengan hati tentang kalimat yang sederhana, kini membuatku lebih percaya bahwa Kuasa Sang Pencipta benar-benar ada kepada umat-Nya, maka dari itu percayalah pada semua cobaan yang diberikan kepada kita.

1 komentar:

  1. ceritanya sangat menarik Anggi...
    semoga kamu dapat menjadi pengusaha ...aamiin

    BalasHapus