나를 믿어 라
( PERCAYALAH )
Hai
dunia,
Terima
kasih engkau telah menyambutku pagi ini, aku ingin bercerita tentang kisah yang
pernah menghampiriku, kisah yang membuatku percaya akan kuasa Tuhan yang sangat
besar. Untuk pertama kalinya aku percaya bahwa setiap makhluk hidup pernah
jatuh dititik yang sangat berat bahkan titik terberat dalam hidupnya. Tak luput
juga dengan aku, disini aku akan berbagi cerita titik berat yang harus aku
lalui.
Tepat
beberapa bulan yang lalu, aku tak tahu mengapa, namun aku merasakan hal yang
sangat berat di dalam hidupku. Aku jatuh disebuah rumitnya masalah dengan
berbagai konflik didalamnya. Saat itu aku baru saja menyandang umur 17 tahun,
dimana umur tersebut dikatakan umur yang rawan bagi setiap remaja, dan ya tentu
saja itu yang terjadi padaku. Aku mendapat sebuah masalah yang sangat berat
bagiku, bahkan tidak hanya satu masalah tetapi beberapa masalah sekaligus
datang menghampiriku.
Masalah
yang pertama yaitu masalah dengan onlineshop
yang aku jalani, ya aku memanglah seorang remaja yang mulai mengembangkan sayap
di dunia bisnis, aku mempunyai onlineshop
yang aku beri nama Gallery.StoryID, di toko online tersebut aku menjual
berbagai pernak pernik khas dari para pengisi dunia hiburan Negeri Gingseng,
yaps tentu saja Korea Selatan. Siapa yang tak kenal dengan Korea Selatan,
negara yang cukup terkenal dengan drama hingga boygroup girlgroup yang sedang digandrungi para remaja di Indonesia.
Disini lah aku melihat peluang bisnis hingga aku merintis bisnis menjual
barang-barang import dari negara tersebut. Awalnya tidak ada masalah dengan
barang-barang yang aku beli di Korea Selatan dengan salah satu penjual yang ada
disana, semua barang yang aku pesan atas permintaan pelanggan selalu sampai di
rumahku walaupun memakan waktu yang cukup lama dan juga proses Bea Cukai yag
cukup menyita waktuku sebagai seorang pelajar. Singkat cerita onlineshop ku itu tumbuh menjadi sebuah onlineshop yang cukup terpercaya bagi
para pelanggan, hingga tiba saatnya ada beberapa pelanggan yang memesan barang
yang disebut Lightstick dari boygroup ternama di Korea yaitu Lightstick EXO. Lightstick ada berupa lampu yang menyerupai senter yang digunakan
sebagai pernak pernik yang wajib dibawa saat menonton sebuah konser, dan tak
tanggung-tanggung para pelanggan ku banyak yang memesan lightstick tersebut padahal harganya yang cukup mahal. Total dari
pesanan pelanggan ku itu sekitar Rp.1.500.000,- cukup banyak bukan?
Dengan
berani aku pun memesan barang para pelangganku ke penjual barang yang ada di
Korea, kami biasanya berkomunikasi dengan bahasa Inggris, tanpa ada sedikit pun
kecurigaan dibenak ku karena memang biasanya aku memesan barang dari dia. Segala
proses pemesanan pun telah selesai, mulai dari pengisian format pesanan hingga
pembayaran pun sudah selesai tinggal menunggu barang tiba dirumahku. Dan tidak
terasa 1 bulan berlalu tetapi barang tersebut tak kunjung tiba dirumahku, ketika
aku mencoba menghubungi penjual yang berasal dari korea tersebut tak ada kabar
atau pun informasi yang bisa aku dapatkan, komunikasi kami terputus dan aku pun
sudah merasa bahwa aku tertipu olehnya. Yaps benar saja aku memang sudah
tertipu, dan saat itu aku sudah bingung harus mengembalikan uang para pelangganku, aku
mulai panik karena aku sendiri tidak punya uang sebanyak itu untuk menggantikan
uang para pelangganku.
Dan
pada akhirnya aku memberanikan diri untuk menceritakan segala permasalahanku
kepada mama ku, dan seperti yang telah ku duga mama benar-benar marah padaku dan
mulai dari sinilah permasalahan yang kedua menghampiriku.
Mama : “Jadi gimana
itu? Udalah ga usah lagi Anggi jualan-jualan gitu, untungnya kan ga banyak tapi
malah ruginya harus sebesar itu!”
Anggi : “Jadi gimana
ma, kan ga mungkin ga Anggi gantikan uang pelanggan Anggi, bisa-bisa Anggi
dilaporkan ke Polisi. Apapun ceritanya Anggi akan ganti uang itu Anggi akan
nabung dari uang jajan Anggi sehari-hari”
Begitulah
percekcokan singkat antara aku dan mamaku, disaat aku tidak tau mau bicara sama
siapa dan memilih jujur ke mama, bukan dukungan yang ku dapat, melainkan sebuah
cekcok yang menambah bebanku.Hingga suatu saat aku tak tau mengapa, namun hati
ini terasa sangat kosong, beban yang kupikirkan sudah mengganggu kewajibanku
sebagai seorang pelajar, aku merasa Tuhan tak berpihak padaku, Tuhan tak
menolongku, Tuhan tak sayang padaku. Aku tak tahu mengapa aku bisa berfikir
seperti itu,hingga aku membaca sebuah kalimat yang ku dapat dari media sosial
yaitu “ Tuhan itu tak akan meberikan cobaan yang tak bisa dilalui oleh umatnya,
ketika kau mendapat cobaan, Tuhan sedang mengujimu, maka dari itu kembali lah
kepada-Nya dan memohon kepada-Nya” sebuah kalimat yang sederhana namun kalimat
tersebutl yang membuatku percaya akan kuasa Tuhan.
Hingga
aku pun mulai mengambil air wudhu, perlahan kusapukan wajahku dengan air hingga
kepada wudhuku selesai pada basuhan air hingga mata kaki ku. Aku beribadah ke
pada yang maha kuasa, dan benar saja kalimat tersebut selalu terngiang
ditelinga ku. Tak sadar air mata ku jatuh membasahi pipiku, aku tak tau apa
sebabnya. Hati ini serasa sakit dan ingin menceritakan segala masalah ini
kepada sang pencipta, dan ketika ibadahku telah selesai aku tanpa sadar
menangis di sujudku dengan sangat pilu, dengan berjuta kalimat yang ku
ceritakan pada sang pencipta. Semua ku ceritakan kepada-Nya, semua bebanku,
rasa sakitku, kehampaan hatiku, semua kuluapkan pada sujud terakhirku.
Dan
entah mengapa hati ini selalu tenang setelah aku melakukan hal seperti itu,
hingga aku pun mencoba untuk beribadah dengan tepat waktu dan juga sebisa
mungkin di awal waktu, dengan sejuta pengharapan yang besar akan masalahku ini. Hingga
tiba saatnya dimana, aku merasa masalahku satu persatu selesai dengan begitu
saja, ada saja peluangku untuk mendapatkan rezeki untuk mengganti uang para
pelangganku, kemudian selalu ada pesanan di onlineshop
ku yang aku pun tak percaya aku bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar
dari situ hingga tak luput pula mama ku yang tiba-tiba merangkul ku dengan
sejuta dukungan padaku untuk mempertanggung jawabkan segala kesalahan yang
telah ku perbuat dengan bijaksana.

ceritanya sangat menarik Anggi...
BalasHapussemoga kamu dapat menjadi pengusaha ...aamiin